Rabu, 03 Juni 2015

Mulailah dengan Langkah Iman



“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan (Matius 7:7-8)
Kesuksesan merupakan impian banyak orang, bahkan anak kecil saja, bila ditanyakan tentang cita-cita, pasti jawaban mereka adalah ingin menjadi orang  sukses dengan mengucapkan berbagai macam profesi yang mereka ketahui. Jadi  adakah orang yang tidak ingin sukses? Tentu tidak ada. Saya dan anda juga pasti bermimpi ingin menjadi orang sukses di kemudian hari, bukan. Setiap orang dapat mengartikan kata “sukses”dengan pendapatnya sendiri,  Tidak ada yang salah dengan kata “sukses”. Namun hal apa saja yang sudah kita kerjakan untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan itu?
Kadangkala hidup akan mengharuskan kita untuk menangis, mendapat kritik dari setiap pekerjaan yang kita anggap sudah benar, putus asa karena kerja keras yang tidak membuahkan hasil, frustasi karena hal-hal yang membingungkan, membuat kita menjadi menyerah dan kalah oleh keadaan. Bahkan Tidak jarang kita menjadi cemburu, marah melihat keberhasilan orang lain. Mengapa hal itu terjadi? Ya, karena kita tidak mengimani rencana Yesus, kita fokus melihat karya Tuhan yang luar biasa atas hidup orang lain, tanpa melihat rancanganNya atas hidup kita sendiri.
Pernahkah kita menyadari bahwa pencapaian kesuksesan adalah suatu proses yang diawali oleh langkah iman. Tuhan telah menyediakan kesuksesan bagi kita masing-masing, tapi apakah kita sudah mengimani hal itu dan percaya akan janji-janjiNya. Pemazmur saja berkata bahwa “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah (Mazmur 12:7)”. Apakah kita masih meragukan janjiNya?
Saat ini mungkin kita mengalami berbagai kondisi, apakah itu sedang menantikan pekerjaan, mengerjakan skripsi yang tak kunjung selesai, penantian teman hidup, kemelut rumah tangga, atau apapun itu. Bukan menjadi suatu alasan bagi kita untuk menjauh dari Tuhan. Keputusasaan tidak akan mendatangkan kebahagiaan, dan kesuksesan tidak akan datang kepada kepada orang-orang yang tidak mau berproses, Bangkit dan kalahkanlah keadaan, jangan sakit hati ketika mendapat teguran dari setiap pekerjaan yang sudah kita lakukan. Sukses, suatu proses yang harus dimulai dengan langkah iman, pencapaian kesuksesan bagai menaiki anak tangga, dimana setiap langkah dibutuhkan usaha dan keberanian, Sejatinya kesuksesan akan diraih oleh orang-orang yang mau berproses dan yang menjadikan iman sebagai dasar di setiap langkahnya. Ingatlah Injil Petrus yang mengatakan “karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung (2 Petrus 1:10).
Dia menyediakan kesuksesan bagi kita masing-masing. Namun bagaimana kesuksesan akan menjadi milik kita, bila kita tidak berusaha untuk mengejarnya. Bersykurlah seperti kata pemazmur “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (mazmur 139:13-14)”. Mari bersyukur untuk setiap kejadian yang dapat kita rasakan, tidak ada lagi hal yang harus kita takutkan. Bila saat ini langkah pencapaian mimpi kita tidak didasari dengan iman, berubahlah, jangan tunggu hari esok, berusaha dan tetaplah setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar