“Mintalah,
maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka
pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan
setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya
pintu dibukakan (Matius 7:7-8)”
Kesuksesan
merupakan impian banyak orang, bahkan anak kecil saja, bila ditanyakan tentang
cita-cita, pasti jawaban mereka adalah ingin menjadi orang sukses dengan mengucapkan berbagai macam
profesi yang mereka ketahui. Jadi adakah
orang yang tidak ingin sukses? Tentu tidak ada. Saya dan anda juga pasti
bermimpi ingin menjadi orang sukses di kemudian hari, bukan. Setiap orang dapat
mengartikan kata “sukses”dengan pendapatnya sendiri, Tidak ada yang salah dengan kata “sukses”. Namun
hal apa saja yang sudah kita kerjakan untuk mencapai kesuksesan yang kita
inginkan itu?
Kadangkala
hidup akan mengharuskan kita untuk menangis, mendapat kritik dari setiap
pekerjaan yang kita anggap sudah benar, putus asa karena kerja keras yang tidak
membuahkan hasil, frustasi karena hal-hal yang membingungkan, membuat kita menjadi
menyerah dan kalah oleh keadaan. Bahkan Tidak jarang kita menjadi cemburu, marah
melihat keberhasilan orang lain. Mengapa hal itu terjadi? Ya, karena kita tidak
mengimani rencana Yesus, kita fokus melihat karya Tuhan yang luar biasa atas
hidup orang lain, tanpa melihat rancanganNya atas hidup kita sendiri.
Pernahkah kita
menyadari bahwa pencapaian kesuksesan adalah suatu proses yang diawali oleh
langkah iman. Tuhan telah menyediakan kesuksesan bagi kita masing-masing, tapi
apakah kita sudah mengimani hal itu dan percaya akan janji-janjiNya. Pemazmur
saja berkata bahwa “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang
teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah (Mazmur 12:7)”.
Apakah kita masih meragukan janjiNya?
Saat ini mungkin kita mengalami
berbagai kondisi, apakah itu sedang menantikan pekerjaan, mengerjakan skripsi
yang tak kunjung selesai, penantian teman hidup, kemelut rumah tangga, atau
apapun itu. Bukan menjadi suatu alasan bagi kita untuk menjauh dari Tuhan. Keputusasaan
tidak akan mendatangkan kebahagiaan, dan kesuksesan tidak akan datang kepada
kepada orang-orang yang tidak mau berproses, Bangkit dan kalahkanlah keadaan,
jangan sakit hati ketika mendapat teguran dari setiap pekerjaan yang sudah kita
lakukan. Sukses, suatu proses yang harus dimulai dengan langkah iman, pencapaian
kesuksesan bagai menaiki anak tangga, dimana setiap langkah dibutuhkan usaha
dan keberanian, Sejatinya kesuksesan akan diraih oleh orang-orang yang mau
berproses dan yang menjadikan iman sebagai dasar di setiap langkahnya. Ingatlah
Injil Petrus yang mengatakan “karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah
sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung (2 Petrus 1:10).
Dia
menyediakan kesuksesan bagi kita masing-masing. Namun bagaimana kesuksesan akan
menjadi milik kita, bila kita tidak berusaha untuk mengejarnya. Bersykurlah
seperti kata pemazmur “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun
aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku
dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar
menyadarinya. (mazmur 139:13-14)”. Mari bersyukur untuk setiap kejadian yang
dapat kita rasakan, tidak ada lagi hal yang harus kita takutkan. Bila saat ini
langkah pencapaian mimpi kita tidak didasari dengan iman, berubahlah, jangan
tunggu hari esok, berusaha dan tetaplah setia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar