1. Apa yang dimaksud dengan transfer pricing? Jelaskan pula berbagai
bentuk atau strategi transfer pricing
yang dapat digunakan oleh perusahaan multinasional?
Jawab: Transfer pricing adalah harga yang dibebankan
satuan usaha individual dalam suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi
di antara mereka sendiri. Konsep ini digunakan bila setiap satuan usaha
dikelola sebagai pusat laba, yang masing-masing bertanggung jawab atas laba
dari modal yang diinvestasikan. Dengan praktek transfer pricing , perusahaan
akan melaporkan rugi sehingga tidak perlu membayar pajak. Strategi transfer pricing yang dapat digunakan
oleh perusahaan multinasional adalah
1. Harga
transfer dasar biaya (cost based transfer pricing), perusahaan yang menggunakan
metode transfer atas dasar biaya, menetapkan harga transfer atas biaya variabel
dan tetap yang bisa dalam 3 pemulihan bentuk yaitu: biaya penuh (full cost),
biaya penuh ditambahkan mark-up (full cost plus markup) dan gabungan antara
biaya variabel dan tetap (variabel cost plus fixed fee).
2.
Harga
transfer atas dasar harga pasar (Market Basis Transfer Pricing) apabila ada
suatu pasar yang sempurna, metode transfer pricing atas dasar pasar inilah
merupakan ukuran yang paling memadai karena sifatnya yang independen. Namun
keterbatasan informasi pasar yang terkadang menjadi kendala dalam menggunakan
transfer pricing yang berdasarkan harga pasar.
3. Harga
transfer negosiasi (negotiated transfer pricing) dalam ketiadaan harga,
beberapa perusahaan memperkenalkan divisi-divisi dalam perusahaan yang
berkepentingan dengan transfer pricing untuk menegosiasikan harga transfer
pricing yang diinginkan.
2.
Jelaskan
perbedaan antara back to back loan dengan parallel loan? Mengapa back to back
loan lebih preferable dibanding dengan direct loan? Berikan penjelasan disertai
gambar
Jawab: back to back loan adalah peminjaman dana dari
perusahaan induk perusahaan ke anak perusahaan melalui lembaga keuangan,
biasanya bank internasional yang besar. Pemberian pinjaman itu dilakukan dengan
cara, mula-mula induk perusahaan mendepositokan sejumlah dana ke bank tersebut.
Kemudian bank meminjamkan dana dalam jumlah yang sama ke anak perusahaan dari
induk perusahaan tersebut. parallel loan adalah kredit yang melibatkan
pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali
valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel
loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap
terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal
tertentu di masa depan. back to back loan lebih preferable dibanding dengan
direct loan karena direct loan melakukan pinjaman langsung dari induk
perusahaan atau sesama anak perusahaan yang memerlukannya, tanpa menggunakan
lembaga keuangan sebagai perantara.
3.
Dalam
kondisi yang bagaimana leading dan lagging diterapkan oleh satu perusahaan
multinasional? Apa pula manfaatnya?
Jawab: leading
dan lagging diterapkan oleh satu
perusahaan multinasional pada saat kondisi perusahaan hendak mencari kunci
indikator resiko dari data yang sudah tersedia. Manfaatnya adalah leading
merupakan indikator dari suatu kegiatan yang berupa sebuah proses dan dilakukan
untuk memprediksi kejadian di masa depan serta dapat mengubah kejadian
tersebut. Sedangkan lagging dapat digunakan sebagai indikator dari kejadian
yang telah terjadi. Dalam hal ini lagging dapat digunakan untuk
perbaikan-perbaikan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.
4.
Dalam
pendanaan investasi faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan dalam
menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal
sendiri?
Jawab: faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan
dalam menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal
sendiri adalah sumber dana yang digunakan, apakah sumber dana internal atau
eksternal, besarnya hutang dan modal sendiri, tipe hutang dan modal yang
digunakan , mengingat struktur pembiayaan akan menentukan cost of capital yang 1. Apa yang dimaksud dengan transfer pricing? Jelaskan pula berbagai
bentuk atau strategi transfer pricing
yang dapat digunakan oleh perusahaan multinasional?
Jawab: Transfer pricing adalah harga yang dibebankan
satuan usaha individual dalam suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi
di antara mereka sendiri. Konsep ini digunakan bila setiap satuan usaha
dikelola sebagai pusat laba, yang masing-masing bertanggung jawab atas laba
dari modal yang diinvestasikan. Dengan praktek transfer pricing , perusahaan
akan melaporkan rugi sehingga tidak perlu membayar pajak. Strategi transfer pricing yang dapat digunakan
oleh perusahaan multinasional adalah
1. Harga
transfer dasar biaya (cost based transfer pricing), perusahaan yang menggunakan
metode transfer atas dasar biaya, menetapkan harga transfer atas biaya variabel
dan tetap yang bisa dalam 3 pemulihan bentuk yaitu: biaya penuh (full cost),
biaya penuh ditambahkan mark-up (full cost plus markup) dan gabungan antara
biaya variabel dan tetap (variabel cost plus fixed fee).
2.
Harga
transfer atas dasar harga pasar (Market Basis Transfer Pricing) apabila ada
suatu pasar yang sempurna, metode transfer pricing atas dasar pasar inilah
merupakan ukuran yang paling memadai karena sifatnya yang independen. Namun
keterbatasan informasi pasar yang terkadang menjadi kendala dalam menggunakan
transfer pricing yang berdasarkan harga pasar.
3. Harga
transfer negosiasi (negotiated transfer pricing) dalam ketiadaan harga,
beberapa perusahaan memperkenalkan divisi-divisi dalam perusahaan yang
berkepentingan dengan transfer pricing untuk menegosiasikan harga transfer
pricing yang diinginkan.
2.
Jelaskan
perbedaan antara back to back loan dengan parallel loan? Mengapa back to back
loan lebih preferable dibanding dengan direct loan? Berikan penjelasan disertai
gambar
Jawab: back to back loan adalah peminjaman dana dari
perusahaan induk perusahaan ke anak perusahaan melalui lembaga keuangan,
biasanya bank internasional yang besar. Pemberian pinjaman itu dilakukan dengan
cara, mula-mula induk perusahaan mendepositokan sejumlah dana ke bank tersebut.
Kemudian bank meminjamkan dana dalam jumlah yang sama ke anak perusahaan dari
induk perusahaan tersebut. parallel loan adalah kredit yang melibatkan
pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali
valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel
loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap
terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal
tertentu di masa depan. back to back loan lebih preferable dibanding dengan
direct loan karena direct loan melakukan pinjaman langsung dari induk
perusahaan atau sesama anak perusahaan yang memerlukannya, tanpa menggunakan
lembaga keuangan sebagai perantara.
3.
Dalam
kondisi yang bagaimana leading dan lagging diterapkan oleh satu perusahaan
multinasional? Apa pula manfaatnya?
Jawab: leading
dan lagging diterapkan oleh satu
perusahaan multinasional pada saat kondisi perusahaan hendak mencari kunci
indikator resiko dari data yang sudah tersedia. Manfaatnya adalah leading
merupakan indikator dari suatu kegiatan yang berupa sebuah proses dan dilakukan
untuk memprediksi kejadian di masa depan serta dapat mengubah kejadian
tersebut. Sedangkan lagging dapat digunakan sebagai indikator dari kejadian
yang telah terjadi. Dalam hal ini lagging dapat digunakan untuk
perbaikan-perbaikan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.
4.
Dalam
pendanaan investasi faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan dalam
menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal
sendiri?
Jawab: faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan
dalam menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal
sendiri adalah sumber dana yang digunakan, apakah sumber dana internal atau
eksternal, besarnya hutang dan modal sendiri, tipe hutang dan modal yang
digunakan , mengingat struktur pembiayaan akan menentukan cost of capital yang
akan menjadi dasar penentuan required return yang diinginkan.
5.
Apa
yang dimaksud dengan cost plus transfer price method? Faktor apa yang harus ada
agar perusahaan dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual
produknya?
Jawab: Cost plus transfer price method adalah metode
penentuan harga transfer yang dilakukan dengan menambahkan tingkat laba kotor
wajar yang diperoleh perusahaan yang sama dari transaksi pihak yang tidak
mempunyai hubungan istimewa atau tingkat laba kotor wajar yang diperoleh
perusahaan lain dari transaksi sebanding dengan pihak yang tidak mempunyai
hubungan istimewa pada harga pokok penjualan yang telah sesuai dengan prinsip
kewajaran dan kelaziman usaha. Faktor apa yang harus ada agar perusahaan dapat
menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual produknya yaitu dengan
kondisi:
1.
Barang
setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
2. Terdapat
kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (join facility agreement) atau
kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, atau
3.
Bentuk
transaksi adalah penyediaan jasa.
6.
Apa
perbedaan antara dumping dengan transfer
price? Adakah manfaat dari strategi transfer
price bagi perusahaan?
Jawab:
Transfer pricing adalah harga yang dibebankan satuan usaha individual dalam
suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi di antara mereka sendiri.
Sedangkan dumping adalah tindakan produsen di salah satu negara pengekspor
produk ke negara lain dengan menetapkan harga di bawah harga produksinya.
Manfaat transfer price bagi
perusahaan adalah perusahaan dapat mengevaluasi dan mengukur kinerja
perusahaan. Selain itu perusahaan multinasional dapat meminimalkan jumlah pajak
yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antar devisi.akan menjadi dasar penentuan required return yang diinginkan.
5.
Apa
yang dimaksud dengan cost plus transfer price method? Faktor apa yang harus ada
agar perusahaan dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual
produknya?
Jawab: Cost plus transfer price method adalah metode
penentuan harga transfer yang dilakukan dengan menambahkan tingkat laba kotor
wajar yang diperoleh perusahaan yang sama dari transaksi pihak yang tidak
mempunyai hubungan istimewa atau tingkat laba kotor wajar yang diperoleh
perusahaan lain dari transaksi sebanding dengan pihak yang tidak mempunyai
hubungan istimewa pada harga pokok penjualan yang telah sesuai dengan prinsip
kewajaran dan kelaziman usaha. Faktor apa yang harus ada agar perusahaan dapat
menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual produknya yaitu dengan
kondisi:
1.
Barang
setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
2. Terdapat
kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (join facility agreement) atau
kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, atau
3.
Bentuk
transaksi adalah penyediaan jasa.
6.
Apa
perbedaan antara dumping dengan transfer
price? Adakah manfaat dari strategi transfer
price bagi perusahaan?
Jawab:
Transfer pricing adalah harga yang dibebankan satuan usaha individual dalam
suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi di antara mereka sendiri.
Sedangkan dumping adalah tindakan produsen di salah satu negara pengekspor
produk ke negara lain dengan menetapkan harga di bawah harga produksinya.
Manfaat transfer price bagi
perusahaan adalah perusahaan dapat mengevaluasi dan mengukur kinerja
perusahaan. Selain itu perusahaan multinasional dapat meminimalkan jumlah pajak
yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antar devisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar