Rabu, 10 Juni 2015

sekilas tentang Manajemen Keuangan Internasional

1.    Apa yang dimaksud dengan transfer pricing? Jelaskan pula berbagai bentuk atau strategi transfer pricing yang dapat digunakan oleh perusahaan multinasional?
Jawab: Transfer pricing adalah harga yang dibebankan satuan usaha individual dalam suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi di antara mereka sendiri. Konsep ini digunakan bila setiap satuan usaha dikelola sebagai pusat laba, yang masing-masing bertanggung jawab atas laba dari modal yang diinvestasikan. Dengan praktek transfer pricing , perusahaan akan melaporkan rugi sehingga tidak perlu membayar pajak. Strategi transfer pricing yang dapat digunakan oleh perusahaan multinasional adalah
1.     Harga transfer dasar biaya (cost based transfer pricing), perusahaan yang menggunakan metode transfer atas dasar biaya, menetapkan harga transfer atas biaya variabel dan tetap yang bisa dalam 3 pemulihan bentuk yaitu: biaya penuh (full cost), biaya penuh ditambahkan mark-up (full cost plus markup) dan gabungan antara biaya variabel dan tetap (variabel cost plus fixed fee).
2.      Harga transfer atas dasar harga pasar (Market Basis Transfer Pricing) apabila ada suatu pasar yang sempurna, metode transfer pricing atas dasar pasar inilah merupakan ukuran yang paling memadai karena sifatnya yang independen. Namun keterbatasan informasi pasar yang terkadang menjadi kendala dalam menggunakan transfer pricing yang berdasarkan harga pasar.
3.  Harga transfer negosiasi (negotiated transfer pricing) dalam ketiadaan harga, beberapa perusahaan memperkenalkan divisi-divisi dalam perusahaan yang berkepentingan dengan transfer pricing untuk menegosiasikan harga transfer pricing yang diinginkan.

2.    Jelaskan perbedaan antara back to back loan dengan parallel loan? Mengapa back to back loan lebih preferable dibanding dengan direct loan? Berikan penjelasan disertai gambar
Jawab: back to back loan adalah peminjaman dana dari perusahaan induk perusahaan ke anak perusahaan melalui lembaga keuangan, biasanya bank internasional yang besar. Pemberian pinjaman itu dilakukan dengan cara, mula-mula induk perusahaan mendepositokan sejumlah dana ke bank tersebut. Kemudian bank meminjamkan dana dalam jumlah yang sama ke anak perusahaan dari induk perusahaan tersebut. parallel loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan. back to back loan lebih preferable dibanding dengan direct loan karena direct loan melakukan pinjaman langsung dari induk perusahaan atau sesama anak perusahaan yang memerlukannya, tanpa menggunakan lembaga keuangan sebagai perantara.
3.    Dalam kondisi yang bagaimana leading dan lagging diterapkan oleh satu perusahaan multinasional? Apa pula manfaatnya?
Jawab: leading dan lagging diterapkan oleh satu perusahaan multinasional pada saat kondisi perusahaan hendak mencari kunci indikator resiko dari data yang sudah tersedia. Manfaatnya adalah leading merupakan indikator dari suatu kegiatan yang berupa sebuah proses dan dilakukan untuk memprediksi kejadian di masa depan serta dapat mengubah kejadian tersebut. Sedangkan lagging dapat digunakan sebagai indikator dari kejadian yang telah terjadi. Dalam hal ini lagging dapat digunakan untuk perbaikan-perbaikan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.

4.    Dalam pendanaan investasi faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal sendiri?
Jawab: faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal sendiri adalah sumber dana yang digunakan, apakah sumber dana internal atau eksternal, besarnya hutang dan modal sendiri, tipe hutang dan modal yang digunakan , mengingat struktur pembiayaan akan menentukan cost of capital yang 1.    Apa yang dimaksud dengan transfer pricing? Jelaskan pula berbagai bentuk atau strategi transfer pricing yang dapat digunakan oleh perusahaan multinasional?
Jawab: Transfer pricing adalah harga yang dibebankan satuan usaha individual dalam suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi di antara mereka sendiri. Konsep ini digunakan bila setiap satuan usaha dikelola sebagai pusat laba, yang masing-masing bertanggung jawab atas laba dari modal yang diinvestasikan. Dengan praktek transfer pricing , perusahaan akan melaporkan rugi sehingga tidak perlu membayar pajak. Strategi transfer pricing yang dapat digunakan oleh perusahaan multinasional adalah
1.     Harga transfer dasar biaya (cost based transfer pricing), perusahaan yang menggunakan metode transfer atas dasar biaya, menetapkan harga transfer atas biaya variabel dan tetap yang bisa dalam 3 pemulihan bentuk yaitu: biaya penuh (full cost), biaya penuh ditambahkan mark-up (full cost plus markup) dan gabungan antara biaya variabel dan tetap (variabel cost plus fixed fee).
2.      Harga transfer atas dasar harga pasar (Market Basis Transfer Pricing) apabila ada suatu pasar yang sempurna, metode transfer pricing atas dasar pasar inilah merupakan ukuran yang paling memadai karena sifatnya yang independen. Namun keterbatasan informasi pasar yang terkadang menjadi kendala dalam menggunakan transfer pricing yang berdasarkan harga pasar.
3.  Harga transfer negosiasi (negotiated transfer pricing) dalam ketiadaan harga, beberapa perusahaan memperkenalkan divisi-divisi dalam perusahaan yang berkepentingan dengan transfer pricing untuk menegosiasikan harga transfer pricing yang diinginkan.

2.    Jelaskan perbedaan antara back to back loan dengan parallel loan? Mengapa back to back loan lebih preferable dibanding dengan direct loan? Berikan penjelasan disertai gambar
Jawab: back to back loan adalah peminjaman dana dari perusahaan induk perusahaan ke anak perusahaan melalui lembaga keuangan, biasanya bank internasional yang besar. Pemberian pinjaman itu dilakukan dengan cara, mula-mula induk perusahaan mendepositokan sejumlah dana ke bank tersebut. Kemudian bank meminjamkan dana dalam jumlah yang sama ke anak perusahaan dari induk perusahaan tersebut. parallel loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan. back to back loan lebih preferable dibanding dengan direct loan karena direct loan melakukan pinjaman langsung dari induk perusahaan atau sesama anak perusahaan yang memerlukannya, tanpa menggunakan lembaga keuangan sebagai perantara.
3.    Dalam kondisi yang bagaimana leading dan lagging diterapkan oleh satu perusahaan multinasional? Apa pula manfaatnya?
Jawab: leading dan lagging diterapkan oleh satu perusahaan multinasional pada saat kondisi perusahaan hendak mencari kunci indikator resiko dari data yang sudah tersedia. Manfaatnya adalah leading merupakan indikator dari suatu kegiatan yang berupa sebuah proses dan dilakukan untuk memprediksi kejadian di masa depan serta dapat mengubah kejadian tersebut. Sedangkan lagging dapat digunakan sebagai indikator dari kejadian yang telah terjadi. Dalam hal ini lagging dapat digunakan untuk perbaikan-perbaikan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.

4.    Dalam pendanaan investasi faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal sendiri?
Jawab: faktor apa saja yang harus menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah sebaiknya perusahaan menggunakan modal asing atau modal sendiri adalah sumber dana yang digunakan, apakah sumber dana internal atau eksternal, besarnya hutang dan modal sendiri, tipe hutang dan modal yang digunakan , mengingat struktur pembiayaan akan menentukan cost of capital yang akan menjadi dasar penentuan required return yang diinginkan.

5.    Apa yang dimaksud dengan cost plus transfer price method? Faktor apa yang harus ada agar perusahaan dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual produknya?
Jawab: Cost plus transfer price method adalah metode penentuan harga transfer yang dilakukan dengan menambahkan tingkat laba kotor wajar yang diperoleh perusahaan yang sama dari transaksi pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa atau tingkat laba kotor wajar yang diperoleh perusahaan lain dari transaksi sebanding dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa pada harga pokok penjualan yang telah sesuai dengan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha. Faktor apa yang harus ada agar perusahaan dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual produknya yaitu dengan kondisi:
1.      Barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
2.    Terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (join facility agreement) atau kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, atau
3.      Bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.

6.    Apa perbedaan antara dumping dengan transfer price? Adakah manfaat dari strategi transfer price bagi perusahaan?
Jawab: Transfer pricing adalah harga yang dibebankan satuan usaha individual dalam suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi di antara mereka sendiri. Sedangkan dumping adalah tindakan produsen di salah satu negara pengekspor produk ke negara lain dengan menetapkan harga di bawah harga produksinya. Manfaat transfer price bagi perusahaan adalah perusahaan dapat mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Selain itu perusahaan multinasional dapat meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antar devisi.akan menjadi dasar penentuan required return yang diinginkan.

5.    Apa yang dimaksud dengan cost plus transfer price method? Faktor apa yang harus ada agar perusahaan dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual produknya?
Jawab: Cost plus transfer price method adalah metode penentuan harga transfer yang dilakukan dengan menambahkan tingkat laba kotor wajar yang diperoleh perusahaan yang sama dari transaksi pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa atau tingkat laba kotor wajar yang diperoleh perusahaan lain dari transaksi sebanding dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa pada harga pokok penjualan yang telah sesuai dengan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha. Faktor apa yang harus ada agar perusahaan dapat menerapkan metode ini dalam penetapan harga jual produknya yaitu dengan kondisi:
1.      Barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
2.    Terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (join facility agreement) atau kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, atau
3.      Bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.

6.    Apa perbedaan antara dumping dengan transfer price? Adakah manfaat dari strategi transfer price bagi perusahaan?

Jawab: Transfer pricing adalah harga yang dibebankan satuan usaha individual dalam suatu perseroan multisatuan usaha atas transaksi di antara mereka sendiri. Sedangkan dumping adalah tindakan produsen di salah satu negara pengekspor produk ke negara lain dengan menetapkan harga di bawah harga produksinya. Manfaat transfer price bagi perusahaan adalah perusahaan dapat mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Selain itu perusahaan multinasional dapat meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antar devisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar