Easibility Study (studi kelayakan) adalah studi awal
untuk merumuskan yang dibutuhkan oleh pemakai akhir seperti kebutuhan sumber
daya, biaya, manfaat, dan kelayakan proyek yang diusulkan. Tujuan diadakan
studi kelayakan adalah untuk mengevaluasi solusi sistem alternatif dan
mengusulkan aplikasi bisnis yang paling layak dan paling diinginkan untuk
dikembangkan. Kelayakan usulan sistem bisnis dapat dievaluasi dala empat
kategori besar. Organizational Feasibility (kelayakan organisasional)
berfokus pada sebaik apakah dukungan sistem yang diusulkan terhadap prioritas
bisnis strategis organisasi. Economic Feasibility (kelayakan ekonomi)
berhubungan dengan apakah penghematan biaya, peningkatan pendapatan,
peningkatan keuntungan, pengurangan investasi yang diperlukan, dan manfaat lain
yang diharapkan akan melebihi biaya pengembangan dan biaya operasional sistem
yang diusulkan. Cost/Benefit Analysis (analisis manfaat). Analisis
manfaat biasanya termasuk dalam studi kelayakan. Jika biaya dan manfaat bisa
dihitung, hal ini disebut berwujud (tangible), jika tidak bisa
dihitung disebut tak berwujud (intangible).
Tahapan-tahapan dalam pebuatan dan penelitian studi kelayakan
hendaknya dilakukan sacara benar dan lengkap. Setiap tahapan memiliki berbagai
aspek yang harus diteliti, diukur dan dinilai sesuai dengan ketentuan. Ada
beberapa aspek yang perlu dikaji untuk menentukan kelayakan suatu usaha.
Masing-masing aspek tidak berdiri sendiri,tetapih saling berkaitan jika satu
aspek tidak tepenuhi, perlu dilakukan perbaikan atau tambahan. Urutan penilaian
aspek mana yang harus didahulukan tergantung pada persiapan penilai dan
kelengkapan data yang ada. Dalam hal ini dengan pertimbangan prioritas mana
yang harus didahulukan dan nama yang berikutnya.
Ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam proses
pengembangan sistem informasi ini, diantaranya :
1.
System Development Life Cycle (SDLC)
System
Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan system
informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional
sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer
sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan. Siklus pengembangan sistem
informasi menurut O’Brien dan Marakas (2011) merupakan proses multilangkah yang
menggunakan pendekatan sistem untuk mengembangkan sebuah solusi sistem
informasi. Terdapat lima langkah dari proses pengembangan sistem informasi,
yaitu:
·
Investigasi sistem, Produk dari tahap ini
adalah studi kelayakan sebagai studi awal untuk merumuskan informasi yang dibutuhkan
oleh pemakai akhir dan kelayakan proyek yang diusulkan dalam proses
pengembangan sistem yang dapat memakan biaya besar. Studi kelayakan juga harus
memperhatikan seluruh faktor-faktor baik kelayakan organisasional, ekonomi,
teknis, maupun operasional. Langkah yang dilakukan adalah 1) Tentukan bagaimana
menanggapi peluang dan prioritas bisnis; 2) Lakukan studi kelayakan untuk
menentukan apakah sistem bisnis yang baru dan lebih baik merupakan solusi yang
layak; 3)Kembangkan rencana manajemen proyek dan dapatkan persetujuan
manajemen.
·
Analisis sistem, Produk dari tahap
analisis sistem ini adalah persyaratan fungsional sebagai dasar desain sistem
informasi baru. Langkah yang dapat dilakukan yaitu: 1) Analisis kebutuhan
informasi karyawan, pelanggan, dan pemilik kepentingan bisnis lainnya 2)
Kembangkan persyaratan fungsional sistem yang dapat memenuhi prioritas bisnis
dan kebutuhan semua pemilik kepentingan. Misalnya mengukur kelayakan aplikasi
bisnis e-commerce, maka dikaji kelayakan ekonomi, kelayakan teknis, dan
kelayakan operasional.
·
Desain sistem, Langkah yang dapat
dilakukan dengan mengembangkan spesifikasi untuk hardware, software,
orang-orang, jaringan, dan data serta produk informasi yang dapat memenuhi
persyaratan fungsional dari sistem informasi bisnis yang diusulkan. Proses
desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat
lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada :
struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail
(algoritma) prosedural. Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam
bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD).
Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship
Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik.
·
Implementasi sistem, Langkah yang dapat
dilakukan yaitu: 1) Kembangkan hardware dan software 2) uji sistem dan latih
orang-orang untuk mengoperasikan dan menggunakannya 3) Ubah ke sistem bisnis
yang baru 4) kelola pengaruh perubahan sistem terhadap pemakai akhir. Program
komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau aplikasi
generator. Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers digunakan untuk
menghasilkan kode.
·
Pemeliharaan sistem, langkah yang dapat dilakukan
menggunakan proses tinjauan pasca implementasi untuk mengawasi, mengevaluasi
dan memodifikasi sistem bisnis sesuai kebutuhan.
2.
Rapid
Application Development
Pendekatan ini memerlukan
keikutsertaan user dalam proses desain sehingga mudah untuk melakukan
implementasi. Kelemahannya, sistem mungkin terlalu sulit untuk dibuat dalam
waktu yang singkat yang pada akhirnya akan mengakibatkan kualitas sistem yang
dihasilkan menjadi rendah.
3.
Object
Oriented Analysis and Development
Merupakan program dengan menggunakan
objek untuk mendisain aplikasi dan program komputer. Integrasi data dan
pemrosesan selama dalam proses desain sistem akan menghasilkan sistem yang
memiliki kualitas yang lebih baik serta mudah untuk dimodifikasi. sistem yang
dirancang akan dibuat berdasarkan kolaborasi dari objek yang digunakan. Namun,
metode ini sulit untuk mendidik analis dan programmer sistem dengan menggunakan
pendekatan object oriented serta penggunaan modul yang sangat
terbatas.
Secara
umum prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan dalam studi kelayakan adalah
sebagai berikut:
1.
Aspek Hukum
Dalam
aspek ini yang akan dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen
perusahaan, mulai dari bentuk badan usaha sampai surat izin-izin yang dimiliki.
Kelengkapan dan keabsahan dokumen sangat penting karena hal ini merupakan dasar
hukum yang harus dipegang apabila di kemudian hari timbul masalah. Keabsahan
dan kesempurnaan dokumen dapat diperoleh dari pihak-pihak yang akan menerbitkan
atau mengeluarkan dokumen tersebut. Dokumen yang diperlukan meliputi :
·
Bentuk badan usaha serta keabsahannya dan untuk
badan usaha tertentu, seperti perseroan terbatas atau yayasan harus disahkan
oleh Departemen Kehakiman ;
·
Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
·
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Di
samping dokumen diatas, perusahaan juga harus memiliki izin-izin tertentu
sesuai dengan jenis bidang usaha perusahaan. Izin-izin tersebut antara lain :
·
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP),
·
Surat Izin Usaha Industri (SIUI),
·
Izin
Usaha tambang,
·
Izin Usaha Perhotelan dan parawisata,
·
Izin Usaha Farmasi dan rumah sakit,
·
Izin Usaha Pertenakan dan Pertanian,
·
Izin Usaha domisili, di mana perusahaan/lokasi
proyek berbeda,
·
Izin gangguan,
·
Izin Mendirikan Bangunan (IMB),
·
Izin Ternaga kerja asing jika perusahaan
menggunakan tenaga kerja asing.
Di
samping keabsahan dokumen di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah
penelitian dokumen lainya, yaitu :
a.
Bukti dari (KTP dan SIM)
b.
Sertifikat tanah,
c.
Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB),
d.
Serta surat-surat atau sertifikat lainnya yang diangap perlu.
Mengenai
hal ini, untuk lebih jelasnya dapat dibaca lagi dalam Bab III, yaitu tentang
cara memulai usaha.
2.
Aspek Pasar
dan Pemasaran
Setiap
usaha yang akan dijalankan harus memiliki pasar yang jelas. Factor ada tidaknya
konsumen yang akan membeli dan besarnya pasar yang ada perlu diketahui terlebih
dahulu. Disamping itu, perusahaan juga harus mengetahui perilaku konsumen
sebagai calon pembeli dan persaingan yang ada, baik saat ini maupun yang akan
datang. Setelah
itu,
perusahaan mengatur strategi pemasaran yang tepat untuk meraup komsumen.
Dalam aspek pasar dan pemasaran hal-hal yang perlu dijabarkan adalah :
Dalam aspek pasar dan pemasaran hal-hal yang perlu dijabarkan adalah :
a. Ada
tidaknya pasar, (komsumen calon pembeli);
b. Jika
ada, seberapa besar pasar yang ada (pasar nyata dan pasar pontesial);
c.
Bagaimana peta kondisi pesaing terutama untuk produk sejenis sekarang;
d.
Bagaimana perilaku komsumen (menyakut selera dan kebiasaan);
e.
Srategi apa yang harus dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut
pasar yang ada sekarang dan yang akan datang. Untuk mengetahui ada tidaknya
pasar dan beberapa besarnya pasar baik pasar nyata, pontesi pasar yang ada,
maupun perilaku konsumen, maka perlu dilakukan riset pasar. Riset pasar dilakukan
dengan cara :
1) Terjun
langsung ke lapangan melalui observasi, wawancara, maupun kuesioner.
2) Mengumpulkan
data dari berbagai sumber. Setelah diketahuin pasar nyata dan potensi pasar
yang ada barulah disusun srategi pemasarannya yang meliputi :
·
Strategi produk,
·
Strategi harga,
·
Strategi lokasi dan distribusi,
·
Strategi promosi.
Masing-masing
strategi dapat dibaca ulang dalam Bab XII tentang strategi pemasaran.
3. Aspek Keuangan
3. Aspek Keuangan
Dalam
aspek keuangan hal-hal yang perlu digambarkan adalah jumlah investasi,
biaya-biaya, dan pendapatan yang akan diperoleh. Besarnya investasi berakti
jumlah dana yang akan dibutuhkan, baik untuk modal investasi pembelian aktiva
tetap maupun modal kerja. Selain itu, juga biaya-biaya yang diperlukan selama
umur investasi dan pendapatan. Semua ini pada akhirnya dibuat seperti dalam bab
sebelumnya, yaitu menilai jumlah kebutuhan investasi dan pembuatan cash flow.
Setelah itu baru dinilai kelayakan usaha melalui metode penelian investasi.
Metode penelitian yang akan digunakan antara lain :
Metode penelitian yang akan digunakan antara lain :
·
Payback period,
Metode
payback period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (Periode)
pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Artinya, seberapa lama uang
yang diinvestasikan itu akan kembali.
·
Average Rate of Return,
Average
Rate of Return (ARR) merupakan cara untuk mengukur rata-rata pengembalian bunga
dengan cara membandikan antra rata-rata laba sebelum pajak (EAT) dengan
rata-rata investasi.
·
Net Present Value,
Net
Present Value (NVF) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV
Kas bersih (PV of proceed) dengan PV investasi (capital outlays) selama umur
investasi. Selisih antara nilai kedua PV tersebut dikenal dengan Net Present
Value (NPV).
Internal Rate of Return (IRR) merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.
Internal Rate of Return (IRR) merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.
·
Internal Rate of Return,
·
Profitability Index,
·
Break Event Point,
·
Serta rasio-rasio keuangan.
4. Aspek Teknik/Operasi
Dalam
aspek teknis atau operasi yang akan digambarkan secara lengkap adalah mengenai;
a. Lokasi usaha, baik kantor pusat, cabang, pabrik, atau gudang (penelitian mengenai lokasi meliputi berbagai pertimbangan, apakah harus dekat dengan pasar, bahan baku, tenaga kerja, pemerintahan, lembaga keuagan, pelabuhan, atau pertimbangan lainnya);
a. Lokasi usaha, baik kantor pusat, cabang, pabrik, atau gudang (penelitian mengenai lokasi meliputi berbagai pertimbangan, apakah harus dekat dengan pasar, bahan baku, tenaga kerja, pemerintahan, lembaga keuagan, pelabuhan, atau pertimbangan lainnya);
b. Penentuan
layout gedung, mesin dan peralatan, serta layout ruangan sampai pada usaha
perluasan selanjutnya ;
c. Teknologi
yang digunakan (penggunanaan teknologi padat karya, maka akan member kesempatan
kerja, namun jika padat modal justru sebaliknya. Mengenai hal ini untuk lebih
jelasnya dapat dibaca lagi dalam bab IX tentang penetuan lokasi dan layout.
5. Aspek
Manajemen/Organisasi
Dalam
aspek manajemen dan organisasi yang perlu diteliti dan dinilai adalah;
a.
Pemilik usaha (jumlah dan komposisi modal);
b.Pengolahan
usaha (manajemen) dengan jumlah serta kualifikasi (pendidikan yang
berpengalaman);
c. Struktur
organisasiyang ada sekarang, sarta gambaran mengenai jabatan;
d. Rencana
kerja seperti pencapaian target, sasaran dan tujuan.
Untuk
lebih jelas mengenai hal ini dapat dibaca lagi dalam Bab IV yaitu tentang
bentuk
organisasi
usaha.
6. Aspek Ekonomi Sosial
Gambaran
dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang
ditimbulkan jika proyek tersebut dijalankan. Pengaruh tersebut terutama
terhadap ekonomi secara luas serta dampak sosialnya terhadap masyarakat secara
keseluruhan. Dampak ekonomi mengabarkan ;
a. Jumlah
tenaga kerja yang tertampung, baik yang berkerja di pabrik ataupun masyarakat
diluar lokasi pabrik;
b. Penikatan
pendapatan masyarakat. Demikian pula, perusahaan perlu mencantumkan dampak
sosial yang ada dalam hasil penelitian. Dampak sosial yang muncul akibat adanya
usaha berupa tersedianya sarana dan prasarana, antara lain;
a.
Pembanggunan jalan,
b.
Pemanggunan jembatan,
c.
Penerangan,
d.
Sarana telepon,
e.
Sarana air minum,
f.
Tempat kesehatan,
g.
Lembaga pendidikan,
h.
Sarana olahraga,
i. Sarana ibadah,
j. Sarana lainnya.
7.
Aspek Dampak lingkungan
Aspek
dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini
karena setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak sangat besar terhadap
lingkungan di sekitarnya. Dampak lingkungan yang perlu diperhatian antara lain;
a.
Terhadap tanah,
b.
Terhadap air,
c.
Terhadap udara,
d.
Terhadap kesehatan manusia.
Pada
akhirnya pendirian usaha akan berdapak terhadap kehidupan fisik, flora, dan
fauna yang ada disekitar usaha secara keseluruhan.
Prototyping berada pada tahap design dari langkah langkah
dalam siklus pengembangan suatu sistem informasi digunakan untuk membantu
pengembang sistem informasi dalam membentuk model dari perangkat lunak yang
akan dibuat, dengan membuat model dapat diketahui kebutuhan pengguna yang
mungkin saja sulit untuk ditentukan. Sebelum pengguna menentukan bahwa
kebutuhannya telah dapat ditangkap secara lengkap oleh pembuat sistem informasi
maka biasanya dibuat beberapa kali perubahan model yang disesuaikan dengan
kebutuhan pengguna. Model prototipe yang dibuat tersebut dapat berupa Bentuk
prototype di atas kertas dengan skema yang menggambarkan interaksi antara
pengguna yang mungkin terjadi, Working prototype, model implementasi dari
sebagian fungsi yang nanti akan digunakan dari yang ditawarkan perangkat lunak
dan model yang menggunakan program jadi yang melakukan sebagian atau seluruh
fungsi yang akan dilakukan, tapi masih ada fitur yang masih dikembangkan. Oleh
karena itu prototyping dapat digunakan sebagai suatu teknik yang efektif untuk
meningkatkan proses pembangunan sistem mengingat prototyping
menggabungkan berbagai langkah dalam siklus pengembangan sistem dan mengubah
berbagai peran pakar SI dan pemakai akhir melalui berbagai tahapan sebagai
berikut:
·
Identifikasi kebutuhan bisnis pemakai akhir
Para pemakai akhir mengidentifikasi
kebutuhan bisnis mereka dan menilai kelayakan beberapa alternatif solusi sistem
informasi.
·
Pengembangan
prototipe sistem bisnis
Membangun prototyping aplikasi
pengembangan dengan membuat model sebagai uji coba yang mewakili
kebutuhan pengguna secara garis besar.
·
Revisi prototipe kedalam bentuk yang mendekati
kebutuhan end user
Prototipe sistem bisnis diuji,
dievaluasi, dan dimodifikasi berulang-ulang hingga para pemakai akhir dapat
menerimanya. Revisi prototipe agar memenuhi kebutuhan pemakai akhir.
·
Memelihara
sistem bisnis yang telah diterima
Sistem bisnis yang diterima dapat
dimodifikasi dengan mudah karena sebagian besar dokumentasi sistem disimpan
dalam disk.
Pembuatan prototipe (prototyping)
adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja atau
prototipe, dari aplikasi baru dalam proses yang interaktif dan berulang-ulang
yang dapat digunakan oleh ahli SI dan praktisi bisnis Berikut adalah contoh
pengembangan sistem berbasis prototipe untuk aplikasi bisnis yaitu:
1) Tim. Beberapa pemakai akhir dan
pengembang SI membentuk tim untuk mengembangkan aplikasi bisnis.
2)
Skematis.
Desain skematis prototipe awal dikembangkan
3)
Prototipe.
Skematis diub\ah menjadi prototipe tunjuk dan klik sederhana dengan menggunakan
alat pembuat prototipe.
4)
Presentasi.
Beberapa koneksi rutin dan layar disajikan ke pemakai.
5)
Tanggapan.
Prototipe diulangi setelah menerima tanggapan dari pemakai.
6)
Konsultasi.
Dilakukan untuk mengidentifikasi perbaikan potensial dan kesesuaian dengan
standar yang ada.
7) Penyelesaian. Prototipe dikonversi
Cara melakukan
pengelolaan keuangan untuk start-up business
Modal
start up digunakan untuk memulai usaha, seperti perizinan, peralatan, dan
promosi. Selanjutnya, saat usaha mulai berjalan, maka diperlukan modal untuk
gaji karyawan, bahan baku, promosi bulanan, transportasi dan komunikasi, dan
lainnya. Untuk modal awal (start up), sebaiknya tidak besar. Intinya, modal
awal harus bisa dihemat. Misalkan untuk tempat dan peralatan, bisa gunakan
rumah dan alat sendiri dulu, setelah berkembang, baru boleh memikirkan untuk
lokasi dan peralatan yang mungkin lebih baik. Untuk sumber permodalan memang
yang paling aman adalah modal yang disiapkan sendiri, sehingga tidak ada
kewajiban dikemudian hari. Namun jika tidak, maka kita perlu mencari dan
mengakses sumber-sumber pendanaan lain, namun tetap mengedepankan yang
termurah, dan termudah. Tidak disarankan berhutang untuk modal usaha, tapi coba
tawarkan pola kerja sama kepada mitra, sehingga bisa menjadi modal patungan.
Jika modal sendiri kurang dan modal patungan tidak ada, jangan sekal-kali
gunakan modal hutangan, apalagi jika Anda belum punya pengalaman berbisnis.
Kecuali jika nanti usaha Anda sudah mulai berkembang, dan sudah mendapatkan
pelanggan, risikonya akan lebih kecil, karena sudah punya pengalaman dan punya
kemampuan untuk menghasilkan arus kas.
Pengelolaan keuangan
a)
Pertama yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan dalam bisnis adalah
susunlah sebuah daftar value, setiap pelau usaha memiliki daftar valu yang
tidak sama hal ini tergantung dengan harapan dan keinginan personal
masing-masing, namun yang perlu kita tekankan dan garisbawahi adalah dahulukan
sebuah value yang menjadi kebutuhan jangan dahulukan sebuah value yang menjadi
keinginan seperti misalnya kita menginginkan sebuah mobil namun meningkapi
perkembangan bisnis yang positif pembukaan cabang baru lebih dibutuhkan, maka
utamakan kebutuhan dahulu kesampingkan keinginan.
b)
Kedua adalah mengatur target, saat berbisnis kita harus memiliki target.
Setelah target di catatkan maka usaha selanjutnya adalah mencanangkan setiap
usaha untuk merealisasikan target tersebut. Mencatat pengeluaran dan
pendapatan, usahakan pendapatan selalu memiliki surplus dibandingkan dengan
pengeluaran, pendapatan yang selalu surplus akan membawa dan memberi energi
postitif yang baik dalam berbisnis.
c)
Ketiga adalah merencanankan anggaran, susun dan rencanakan anggran sesuai
dengan apa yang anda perlukan dalam merangsang dan meningkatkan bisnis ke arah
kemajuan. Semakin baik rencana anggaran yang disusun maka akan semakin baik
pula perkembangan bisnis yang sedang kita jalankan. Dan tips mengelola keuangan
dalam bisnis yang terakhir adalah mengembangkn uang, setiap laba yang kita
peroleh usahakan dikembangkan menjadi investasi yang lebih baik, selagi usaha
masih berkembang maka perkuat aspek untuk memperkuat dan meningkatakn usaha
kita dengan cara mengembangakan uang hasil dari laba yang kita peroleh bersih menjadi aplikasi akhir.
1) Penerimaan. Pemakai meninjau dan
menerima sistem bisnis yang baru.
2) Instalasi. Software bisnis yang baru
diinstal pada server jaringan.
Penganggaran Modal
Selama
desain sistem, beberapa pendekatan altematif untuk memenuhi persyaratan sistem
baru yang akan dikembangkan, Berbagai ukuran kelayakan kemudian digunakan untuk
mempersempit berbagai altematif tersebut. Teknik penganggaran modal digunakan
untuk mengevaluasi manfaat ekonomis dari setiap altematif. Tiga teknik
penganggaran modal yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
Periode pengembalian.
Angka
ini menyajikan jumlah tahun yang dibutuhkan agar penghematan bersih seimbang
dengan biaya awal dari investasi tersebut. Proyek dengan periode pengembalian
tercepat biasanya merupakan proyek yang akan dipilih.
Nilai sekarang bersih (net present value-NPV).
Apabila
menggunakan metode NPV, semua arus kas di masa mendatang didiskontokan kembali
hingga ke saat ini, dengan menggunakan tarif diskonto yang mencerminkan nilai
waktu uang. Biaya pengeluaran awal dikurangi. dari arus kas yang didiskontokan
untuk mendapatkan angka NPV. NPV yang positif menunjukkan bahwa altematif
tersebut secara ekonomi layak. Ketika membandingkan beberapa proyek, proyek
yang memiliki angka NPV terbesarlah yang biasanya diterima.
Internal rate of return (IRR).
IRR
adalah tarif suku bunga efektif yang menghasilkan NPV nol. IRR sebuah proyek
akan dibandingkan dengan tingkat minimum yang dapat diterima untuk menetapkan
diterima atau ditolaknya proyek tersebut. Ketika membandingkan beberapa proyek,
proposal dengan nilai IRR tertinggi yang biasanya akan dipilih.
woori casino
BalasHapusOur woori casino review will 온카지노 cover everything about casino games, how to win, payout and other games 인카지노 to woori 우리카지노 casino. Rating: 4.9 · 3 reviews